Kisah sahabat Rasul yang suka minum alkohol

 Kisah Sahabat Rasul Yang Suka Minum Alkohol



Rasulullah SAW dikelilingi oleh para sahabatnya dengan karakteristik yang beragam. Ada yang dikenal tegas dan keras seperti Umar bin Khattab, adapun sahabat yang dikenal pemalu yakni Utsman bin Affan. Namun, tahukah kalian, ada sahabat rasul yang suka meminum arak.


Sosok sahabat rasul yang ini adalah satu-satunya orang yang berhasil membuat Rasulullah SAW tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya. Sebab, Rasulullah biasanya hanya melemparkan senyum pada orang-orang di sekitarnya.


Sahabat yang dimaksud di atas adalah Nu'aiman bin Ibnu Amr bin Raf'ah. Ia adalah salah seorang sahabat dari kalangan Anshar yang juga termasuk dalam kalangan ashabul badr. Sebab, Nu'aiman pernah turun berjihad bersama Rasulullah saat Perang Badar.


Beberapa catatan sejarah menyebut, Rasulullah selalu tertawa dan gembira bila berada di dekatnya.


Namun ada suatu kisah yang membuat seluruh sahabat nabi kebingungan, bahwa suatu hari Nu'aiman sedang mabuk dan beberapa sahabat menghampirinya. Nu'aiman bertanya "ada apa?" lalu salah seorang sahabat memarahinya "kamu setiap hari bersama Rasul, namun kelakuanmu tetap saja seperti ini, apa tidak malu dengan Rasul?"


Sahabat yang lain juga meneruskan "Dasar kamu ini memang orang bejat, tidak pantas orang sepertimu mencintai Rasul, karena Allah pasti melaknatmu atas perbuatanmu". Para sahabat pun menghujat Nu'aiman, kemudian Rasulullah lewat dan menanyakan apa yang terjadi. Setelah mendengar keterangannya, Rasulullah berkata kepada para sahabat:


"Jangan pernah sekali lagi kalian menghujat dan melaknat Nu'aiman. Meskipun dia seperti ini, tetapi ia selalu membuatku tersenyum. Ia masih mencintai Allah dan aku, dan tidak ada hak bagi kalian melarang Nu'aiman mencintai Allah dan mencintaiku sebagai Rasul". Para sahabat kemudian bubar dan kembali ke tempatnya.


dengan cara demikianlah sahabat nabi tersebut mencari perhatian di hadapan rasulullah. Disebutkan dalam Riwayat lain, sahabat Nu'aiman memang pemabuk. Imam Ibnu Abdil Barr menyebutkan bahwa ia mabuk sebanyak lima puluh kali. Ia juga dihukum berkali-kali oleh Rasulullah dan sahabat lainnya. Namun, sahabat Nu'aiman ini memiliki kelebihan humor yang menyenangkan sehingga Rasulullah pun terhibur.


Larangan Rasulullah kepada para sahabatnya yang menghujat Nu'aiman, juga dimaksudkan agar kita senantiasa mendoakan hal baik kepada pelaku maksiat. Dan itulah salah satu antara akhlak Rasulullah yang mulia.

suatu ketika beliau sudah tiada dan mendahului Rasulullah. rasulullah mengikuti proses pemakaman beliau. Proses pemakaman tersebut berjalan seperti biasa hingga akhirnya tiba waktu Rasulullah dan para sahabat meninggalkan makam Nu’aiman.

Seketika Rasulullah tertawa, hingga disebutkan dalam satu riwayat bahkan jarang sekali Rasulullah tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Para sahabat heran dan bertanya-tanya dalam hati: ‘ada apa Rasulullah tertawa diatas makan Nu’aiman’

Ditengah perjalanan seorang sahabat memberanikan diri menanyakan perihal tersebut. Rasulullah menjelaskan bahwa:"ketika aku berdiri di atas makam Nu'aiman datang malaikat Munkar dan Nakir melakukan tugasnya seperti biasa. 

Ketika nu'aiman di tanya "Siapa tuhanmu"? Nuaiman menjawab dengan mantap "Allah tuhanku"

Dan ketika ditanya "apa kitabmu"? Nuaiman menjawab "al Qur'an kitabku",

Tapi, ketika ditanya "siapa nabimu"? Nu'aiman justru tak menjawab meski ditanya beberapa kali.

Malaikat pun terus bertanya kepada Nu'aiman. Namun Nu'aiman kemudian menjawab.

"Ssstt Jangan Keras-keras, orangnya masih ada di atas," ujarnya sambil menunjuk ke arah nabi di atas makam.

Itulah yang membuatku tertawa singkat kata rasul.

Rasulullah bersabda bahwa:

"Nu'aiman akan masuk surga sambil tertawa karena dia suka membuatku tertawa"
Wallahu a'lam bishshawab.

Semoga kita termasuk umat Nabi Muhammad yang senantiasa memiliki rasa cinta yang dalam kepada Nabi Muhammad SAW.




Komentar